Perhelatan wisuda selalu menjadi hari paling dinanti-nanti oleh mereka yang telah berjibaku menempuh pendidikan selama 4 tahun. Betapa tidak, bila kerja keras belajar siang dan malam selama bertahun-tahun itu, seolah terbayar lunas di momen tersebut. Ibarat seorang pengantin yang akan menghelat pesta pernikahan untuk perayaan, maka wisuda dapat dikatakan adalah juga sebuah pesta perayaan, yang “pengantinnya” adalah para wisudawan dan wisudawati.
Raut kebahagiaan, kebanggaan, dan kelegaan sebagai “pengantin” acara wisuda itu pun seperti yang terlihat dari wajah-wajah wisudawan/wisudawati STID Al-Hadid pada pagi itu. Mengenakan busana rapi lengkap dengan baju toga dan topinya, senyum dan tawa tak henti-hentinya terpancar dari wajah mereka. Tak ketinggalan pula para orang tua/wali wisudawan yang juga tampak haru, bangga, dan sangat berbahagia.
Ya, seperti diketahui STID Al-Hadid pada Sabtu (11/10/2025) lalu, kembali menggelar hajatan besar untuk 210 orang lulusannya. Bertempat di venue Dyandra Convention Center, Surabaya, wisuda yang merupakan penyelenggaraan kali ke-10 tersebut, dilaksanakan dengan sangat megah, meriah, dan hangat. Sebanyak 2.500 tamu undangan terlihat memadati area gedung dan antusias mengikuti acara demi acara. Dan tak ketinggalan pula jajaran panitia yang selalu dengan senyum hangat dan kesigapannya, menyambut dan melayani tamu undangan dengan begitu luar biasa.
Wisudawan tampak mulai berdatangan di venue acara
Wisudawan dan orang tua memasuki venue acara
Wisudawan bersiap melakukan kirab wisuda
Barisan wisudawan STID Al-Hadid
Proses registrasi tamu undangan wisuda
Proses registrasi tamu undangan wisuda
Konsep-Konsep Baru
Mengikuti kegiatan wisuda STID Al-Hadid, dapat dikatakan selalu menjadi pengalaman yang berkesan dan tak terlupakan. Seperti hari itu, baru memasuki venue acara saja, para tamu undangan sudah disambut dengan dekorasi yang indah dan menawan. Kursi-kusi dengan balutan kain berwarna kuning keemasan tertata dengan rapi. Cahaya lampu hias berwarna senada dan kerlip cahaya di dinding-dinding gedung, menambah kesan kemegahan dan kemewahan itu.
Yang menakjubkan, selalu tak ketinggalan pula tata panggung dengan background layar LED berukuran 5 x 15 meter. Sebuah layar yang nantinya akan difungsikan untuk menampilkan video pengiring acara dan video hasil live shooting. Bentang layar ini juga diketahui lebih besar ukruannya dari tahun 2024 yang lalu.
Ketika mencermati detail acara demi acara, dapat dijumpai pula beberapa format baru yang disuguhkan oleh panitia wisuda pada tahun ini. Seperti: konsep panggung yang biasanya berbentuk landscape diubah menjadi portrait dengan tujuan agar dapat menampung jumlah undangan yang lebih banyak karena animo tahun ini yang sangat besar; video pembuka acara yang tak kalah keren dengan tahun sebelumnya; video dokumenter perjalanan masa pendidikan para wisudawan dengan gradasi warna yang serasa mengajak penonton larut dalam kenangan masa lalu; jumlah lagu dari Alkahfinita Entertainment yang lebih banyak dari tahun sebelumnya (tahun lalu: 5 lagu, tahun ini: 8 lagu); aransemen lagu yang lebih menarik dan berwarna, bahkan sempat ada bagian rap-nya; dan masih banyak yang lainnya. Intinya, wisuda ke-10 yang diselenggarakan STID Al-Hadid pada hari itu sungguh sangat indah, keren, luar biasa, profesional, dan megah.
Kesan ini pun turut dirasakan oleh beberapa orang tua/wali wisudawan yang hadir dalam acara. Beberapa contohnya seperti di bawah ini:
“Alhamdulillah kesan dari orang tua saya bagus, ibu saya bilang acaranya megah seperti konser. Ibu saya tidak menyangka kalau wisudanya bakal se-wah itu dihadiri 2500 orang. Dan ternyata Al-Kahfi itu besar yaa, sampai 80 cabang di seluruh Indonesia. Ibu saya baru tahu sebesar itu. Perform Alkahfinita juga keren bangetttt, sampai ibu rekam-rekam juga selama Alkahfinita perform, dan pas di rumah ditonton lagi videonya hehe..,” Dewi Syafa (wisudawan).
“Ibu saya amazed banget, dari pembukaan yang scene bawa obor udah amazed. Venue-nya mewah. Rundown acaranya nggak membosankan. Pas prosesi wisuda tidak bosan karena cepat. Salfok (salah fokus) sama Akahfinita yang keren dengan penyanyi yang suaranya bagus-bagus dan cantik-cantik hehe, lagu-lagunya bagus-bagus. Acara dimulai dan selesai tepat waktu. Panitia among tamunya ramah dan sangat membantu mengarahkan. Dibandingkan sama wisudanya beliau dulu, kalah jauh (acaranya lama, membosankan, tidak ada konser kayak gini). Endingnya, beliau semakin percaya soal kualitas STID Al-Hadid dan Yayasan Al-Kahfi,” I’in Aprilia Susanti (wisudawan).
“Menurut orang tua saya, wisuda STID Al-Hadid sangat meriah dan luar biasa. Orang tua saya tidak menyangka kalau kualitas STID Al-Hadid sangat diakui Kopertais, karena selama ini banyak orang yang tidak mengenal kampusnya. Amazed juga dengan Al-Kahfi yang ternyata organisasi besar yang ada di seluruh Indonesia. Terlihat lulusan-lulusannya kemaren yang dari berbagai daerah. Penampilan dari Alkahfinita juga bagus, lagu-lagunya menyentuh. Saking sukanya, orang tua saya sempet bilang sayang banget handphone-nya lowbat, padahal pengen mengabadikan lebih banyak. Panitia ramah, baik semua, dan tanggap. Konsumsinya proper,” Dwi Cahyani (wisudawan).
“Orang tua saya sendiri begitu memuji dan kagum dengan betapa tertib dan terorganisirnya acara yang dijalankan mulai dari awal mengantri untuk memasuki gedung sampai selesainya acara. Mereka bilang jarang acara itu begitu tertib. Ada momen-momen yang sangat berkesan bagi mereka. Salah satunya ketika sesi penayangan video dokumenter, yang bisa menjawab pertanyaan orang tua secara kongkret terkait bagaimana gambaran anaknya pada saat berkuliah dan mengikuti berbagai kegiatan di Al-Kahfi. Ada momen haru juga kerena bisa melihat potret anaknya di layar besar. Selain itu, orang tua saya juga sangat suka dengan makanan yang diberikan, rasanya enak. Lalu katanya tidak mudah basi atau berlendir. Padahal ada 1 lunch box yang belum sempat dimakan dan didiamkan sampai malam,” Amelia Hamidah (wisudawan).
“Secara kesan-kesan umumnya, baik saya maupun keluarga pendamping sangat kagum dan puas. Khususnya ibu dan adik saya yang hadir, begitu luar biasa dan takjub dengan berbagai tampilan serta pelayanan yang diberikan oleh panitia. Muncul celetukan dari ibu saya, bahwa tampilan acara (sound, lighting, videotron, dan lain-lain) kemarin bagaikan melihat bioskop dengan kualitas tinggi, luar biasa,” Syahrul Putra (wisudawan).
“Dari acara wisuda kemarin, bunda saya juga menjadi semakin tahu tentang Yayasan Al-Kahfi dan STID Al-Hadid. Ternyata Yayasan Al-Kahfi sudah besar dan memiliki banyak cabang di berbagai kota besar. Dan STID Al-Hadid adalah kampus Islam yang sangat tepat untuk dijadikan pilihan dalam melanjutkan pendidikan. Alhamdulillah beliau menjadi semakin percaya dan akan mendukung adik-adik saya untuk berkuliah juga di kampus tercinta, STID Al-Hadid. Beliau juga akan memberikan doa dan dukungan penuh kepada saya untuk berkarier di cabang Yayasan Al-Kahfi,” M. Dhafa Perdana (wisudawan).
Ballroom tempat berlangsungnya acara
Tamu undangan telah memenuhi venue acara
Pembukaan acara oleh MC
Senat STID Al-Hadid memasuki ruangan acara
Wisudawan STID Al-Hadid angkatan ke-10
Wisudawan STID Al-Hadid angkatan ke-10
Menyanyikan lagu Indonesia Raya
Sambutan dari Ketua STID Al-Hadid
Sambutan dari Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya
Penampilan memukau dari Alkahfinita
Alunan suara merdu dari penyanyi-penyanyi Alkahfinita
Tim pengiring musik Alkahfinita
Pekan Job Fair
Di samping menghadirkan beberapa format baru dalam penyelenggaraan wisuda kali ini, menariknya lagi, STID Al-Hadid juga menyediakan sebuah fasilitas baru bagi para lulusannya. Fasilitas tersebut yakni berupa pengadaan pekan job fair yang diselenggarakan bersamaan dengan momen wisuda. Ini merupakan terobosan yang dapat dikatakan begitu luar biasa. Mengingat ketika melihat di luar sana begitu susahnya para sarjana dalam mencari pekerjaan, sedangkan lulusan STID Al-Hadid, begitu lulus dan mendapatkan ijazah, langsung menerima tawaran kerja.
Dalam sesi wawancara dengan tim media, Ketua STID Al-Hadid yang baru, Dr. Maimunah, S.Psi., M.Kom.I., mengungkapkan bahwa kurang lebih terdapat 25 cabang/rekanan dan 5-7 departemen internal Yayasan Al-Kahfi yang turut serta dalam pekan job fair di hari pertama tersebut. Dan pekan job fair ini sedianya akan diselenggarakan selama satu minggu penuh pasca momen wisuda.
“Ini baru, tapi ini adalah sebuah program yang kami ingin menjembatani antara pengguna lulusan dengan lulusan. Jadi anak-anak kita itu harus percaya diri bahwa serapan lulusan dari STID Al-Hadid itu sangat dibutuhkan, sangat banyak. Bahkan kemarin waktu kami kalkulasi, 95,4% lulusan STID Al-Hadid itu diserap, bisa di dalam maupun di luar lingkup STID Al-Hadid. Jadi di job fair ini ada beberapa booth ya yang nanti akan ditunjukkan kebutuhan-kebutuhan pekerjaan yang nanti anak-anak ini bisa memilih mau di mana mereka.”
Para wisudawan dan orang tua/wali pun menyambut baik dan cukup antusias dengan adanya pekan job fair tersebut. Beberapa di antaranya seperti diungkap dalam testimoni di bawah ini:
“Dan gebrakan tahun ini yang ada job fair itu sangat bagus. Karena kita sebagai wisudawan bisa mengetahui kiranya ada lowongan mana yang bisa diambil nantinya sebagai upaya menerapkan ilmu dan berkarya. Atau bahkan menyusun plan karier untuk jenjang karier. Selain itu juga mengetahui posisi dan rencana organisasi ke depannya. Yang bagi saya sendiri, “hmmm.. boleh juga nih nantinya dicoba dan jadi challenge karier untuk jenjang karier ke depan,” Teguh Riyanto (wisudawan).
“Sebetulnya lebih memberikan dukungan kepada wisudawan-wisudawati untuk lebih bisa berkarya. Karena adanya pembukaan job fair itu jadi mempermudah mereka untuk mencari pekerjaan. Sekarang ini kan untuk cari kerja itu saya rasa cukup sulit. Melihat anak-anak lulusan banyak, saingan juga banyak, sedangkan lowongan pekerjaan kan juga sangat sedikit, maka menurut saya job fair ini sangat bermanfaat bagi mereka,” ibu Eliyana (orang tua wisudawan dari program studi PMI Ekonomi Bisnis – dosen di Universitas Bhayangkara Surabaya).
Booth job fair STID Al-Hadid
Booth job fair STID Al-Hadid
Booth job fair STID Al-Hadid
Booth job fair STID Al-Hadid
Tamu undangan antusias bertanya pada petugas penjaga booth job fair
Tamu undangan tengah berdialog dengan petugas penjaga booth job fair
Tracer Study: 94,5%, Masa Tunggu Mendapatkan Pekerjaan Hanya 3 Bulan
STID Al-Hadid selama ini memang dikenal selalu bersungguh-sungguh dalam membuat dan menjalankan kegiatan/program-programnya. Termasuk dalam hal ini, yakni komitmennya dalam menghasilkan lulusan-lulusan berkualitas. Hal ini dibuktikan dari selama 15 tahun berdiri, STID Al-Hadid telah berhasil mencetak ribuan sarjana. Di samping itu, berdasarkan hasil tracer study sebagaimana diungkap Ketua STID Al-Hadid dalam sesi sambutannya, hasilnya mencapai angka 95,4 %, dan dengan rata-rata masa tunggu mendapatkan pekerjaan yang hanya 3 bulan saja. Ini merupakan suatu pencapaian yang sangat luar biasa. Lulusan STID Al-Hadid yang dengan kualitas terbaiknya, mampu diserap dan sangat dibutuhkan oleh banyak perusahaan/penyedia kerja, baik di dalam maupun luar lingkup STID Al-Hadid dan Yayasan Al-Kahfi.
Atas pencapaian tersebut, bapak Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil.,Ph.D., Koordinator Kopertais Wilayah IV juga turut menyatakan apresiasinya ketika mencermati perkembangan STID Al-Hadid tersebut. Dalam sesi wawancara dengan tim media, beliau menyebut bahwa STID Al-Hadid terbukti telah mampu mengelola perguruan tingginya dengan sangat baik.
“Jadi gini, mengelola perguruan tinggi itu tidak sama dengan mengelola sekolah. Tantangannya jauh lebih berat. Tapi STID Al-Hadid ini kan baru berusia 15 tahun (2010-2025). Artinya baru berusia 15 tahun. Tapi pengalaman Yayasan Al-Kahfi bersama STID Al-Hadid ini bisa menjadi bukti bahwa datang belakangan itu tidak harus tertinggal. Mungkin kalau bisa saya bahasakan, STID Al-Hadid ini akan mengajarkan kepada kita semua, “saya memang baru start, tapi saya tunggu kalian di garis finish”. Karena waktunya juga belum panjang, cuma 15 tahun. Tapi menunjukkan track yang sangat baik sekali. Tadi bu Ketua STID Al-Hadid menyampaikan di sambutannya ya, ibu Dr. Maimunah, menyampaikan bahwa tracer study-nya itu 94%, semua itu terserap pasar kerja. Dan lebih membanggakan lagi adalah, karena dari 94% alumni yang diproduksi oleh STID Al-Hadid itu masa tunggunya cuma 3 bulan. Ini keren sekali, karena rata-rata, masa tunggu yang masuk kategori baik itu 6 bulan, bahkan lebih dari 1 tahun ada. Tetapi kemudian, STID Al-Hadid menunjukkan prestasi yang sangat baik, karena wisudawannya terserap 94% di pasar kerja seluruhnya, masa tunggunya hanya 3 bulan. Nah, ini artinya bahwa mengelola perguruan tinggi yang dilakukan oleh STID Al-Hadid ini dengan perencanaan yang sangat baik, prosesnya juga dijamin mutunya, dievaluasi dengan sangat terpercaya begitu tinggi, karena itu kemudian semua dilakukan dengan sangat baik.”
Prodi-Prodi Menarik dan Mempunyai Keunggulan, Salah Satunya Prodi PMI Sosial Budaya
Sebagai tambahan informasi, selama belasan tahun berkiprah, STID Al-Hadid telah berhasil mendirikan dan membangun 3 program studinya, di antaranya yakni: 1) program studi Manajemen Dakwah (MD); 2) program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI): serta program studi termuda 3) Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), dengan dua pilihan konsentrasi, yaitu: Ekonomi Bisnis dan Sosial Budaya. Tiga program studi itu sendiri dapat dikatakan cukup menarik dan memiliki keunggulan. Terutama salah satunya, yakni program studi PMI Sosial Budaya.
Mengapa dikatakan demikian? Hal ini salah satunya mengingat masih minimnya jumlah tenaga kerja profesional yang memiliki kompetensi dalam bidang pembuatan konsep-konsep pengembangan masyarakat Islam, di antaranya seperti: menjadi peneliti/ilmuwan yang ahli dalam memahami teks-teks ajaran Islam, penulis buku-buku pemikiran Islam, tenaga penyuluh agama/produk-produk pemikiran Islam, dan masih banyak yang lainnya.
Dan berdasarkan testimoni dari wisudawan program studi PMI Sosial Budaya itu sendiri selama 4 tahun berkuliah, mereka mengungkapkan bahwa telah mendapatkan banyak sekali ilmu dari program studi ini. Mereka juga merasa bersyukur karena telah memilih program studi yang tepat sesuai dengan passion mereka.
“Kenapa sih harus prodi PMI Sosial Budaya? Karena di prodi PMI Sosial Budaya dibandingkan dengan prodi-prodi PMI di luar sana, di STID Al-Hadid ketika kalian lulus nanti, kalian akan dibekali skill dan wawasan dalam melakukan pemberdayaan di masyarakat. Selain itu, kalian juga bisa mendapatkan skill dan wawasan dalam membuat konsep/produk yang digunakan untuk melakukan pemberdayaan masyarakat. Sehingga, kalian bukan hanya akan jadi aktor yang melakukan pemberdayaan masyarakat, tapi kalian juga yang akan menjadi sosok yang memikirkan itu, sebagai pemikirnya,” Aulia Noor (wisudawan dari program studi PMI Sosial Budaya).
Di samping itu, beberapa cabang Yayasan Al-Kahfi yang notabene sebagai salah satu penyerap lulusan PMI Sosial Budaya, juga turut mengungkapkan kesan-kesan positifnya terhadap lulusan yang sudah bekerja di tempat mereka.
“Jadi, dalam 2-3 tahun terakhir ini kan ada lulusan PMI Sosial Budaya ya yang juga bekerja di tempat kami. Alhamdulillah ya, lulusan PMI Sosial Budaya ini juga memiliki kualitas yang baik, khususnya di dalam menangani soal-soal konseptual. Apalagi di tengah era Post-Truth yang itu perlu banyak dialog-dialog pemikiran. Jadi ketika melakukan dakwah ke kalangan remaja/pelajar, itu kan tantangannya remaja-remaja ini mungkin sudah punya pemahaman-pemahaman yang didapatkan dari media sosial. Nah itu kan tidak mudah, harus diatasi, harus dijawab, yang kadang pemahaman mereka itu bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang seharusnya. Nah di sinilah bantuan tenaga-tenaga lulusan PMI Sosial Budaya itu yang membuatkan konseptual, materi, jawaban, terhadap soal-soal tersebut. Sehingga adik-adik remaja bisa memahami pemahaman yang rasional, yang benar, atau dia juga bisa bener-bener menikmati nilai-nilai Islam rasional. Nah ini yang saya terbantu sekali dengan kehadiran lulusan-lulusan PMI Sosbud tersebut,” Azwar Anas (Ketua Cabang Surabaya 1 Yayasan Al-Kahfi).
Sambut Masa Depan, Jaga Basis Adab, Sukses di Segala Bidang, dan Teruslah Menjadi Kaum Penerus
Ingar bingar kemeriahan acara wisuda pada hari itu pun kemudian ditutup dengan begitu haru, yakni manakala seluruh wisudawan secara bersama-sama mengucapkan penyataan “janji wisudawan”, di mana di dalamnya berisikan komitmen mereka untuk senantiasa memanfaatkan dan menerapkan ilmu yang didapatkannya dengan baik di masyarakat.
Tak lupa di penghujung acara, Ketua Kopertais dan perwakilan jajaran pengurus STID Al-Hadid dan Yayasan Al-Kahfi juga turut menyampaikan ucapan selamat dan pesan-pesannya pada para wisudawan. Rangkumannya seperti yang terurai di bawah ini.
“Kuliah itu bisa di mana saja, menjadi sarjana juga bisa di mana saja. Tapi, pengalaman adik-adik wisudawan di STID Al-Hadid ini, penting untuk mengambil pelajaran dengan cara begini, apa yang saya peroleh di STID Al-Hadid harus saya jadikan sebagai modal untuk membangun masa depan. Bagaimanakah caranya? Kita lihat sekali proses di STID Al-Hadid, bukan sekadar materi, tapi juga substansi kekuatan karakter, akhlak, pengkondisian berada di kampus supaya mahasiswa bisa nyaman sampai jam 9 malam berada di kampus. Itu artinya bahwa sudah disiapkan oleh STID Al-Hadid selama proses pendidikan 4 tahun. Jadikan itu semua sebagai modal penting bagi adik-adik wisudawan untuk menjemput masa depan. Dan penting untuk diingat bahwa, jangan sampai karakter yang sudah dibangun oleh Al-Hadid ini luntur ketika adik-adik wisudawan masuk ke pasar kerja. Sambut masa depan dengan baik, masuki semua pasar kerja, tapi jangan kehilangan basis adab kesantunan, keislaman yang dikondisikan dan dibangun di Al-Hadid selama 4 tahun,” Bpk. Akh. Muzakki (Koordinator Kopertais Wilayah IV).
“Pesan-pesan saya sebagai Ketua Yayasan Al-Kahfi, setelah mahasiswa diwisuda, saatnya wisudawan/wisudawati harus terjun di masyarakat. Dan pesan yang ingin saya sampaikan, semoga wisudawan sukses di pekerjaan, sukses di rumah tangga, dan sukses di lingkungan sosial, membangun masyarakat seimbang secara berkesinambungan. Dan saya kira, pekan informasi program Yayasan Al-Kahfi pusat dan job fair 2025 ini patut untuk dicoba, untuk menuangkan segala bentuk kemampuannya dalam mengisi karier, baik di Yayasan Al-Kahfi pusat maupun di seluruh 80 cabang di 50 kota besar di Indonesia, bisa menjadi satu pilihan yang menarik sebagai ladang kita untuk beramal dan membangun kemakmuran, menciptakan masyarakat ekonomi menengah baru,” Bpk. Dr. Aris Kristianto, S. Ag., M.H.I. (Ketua Yayasan Al-Kahfi).
“Untuk anak-anakku para wisudawan, seperti yang ibu sampaikan tadi di pidato, saatnya kalian berkiprah di dunia sesungguhnya. Bawalah nama baik kampus, teruslah menjadi kaum penerus yang selalu ingat bahwa identitas kita adalah Islam rasional,” Ibu Dr. Maimunah, S.Psi., M.Kom.I. (Ketua STID Al-Hadid).
Prosesi wisuda dari prodi Manajemen Dakwah
Prosesi wisuda dari prodi Manajemen Dakwah
Prosesi wisuda dari prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam
Prosesi wisuda dari prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam
Prosesi wisuda dari prodi Pengembangan Masyarakat Islam
Prosesi wisuda dari prodi Pengembangan Masyarakat Islam
Senat STID Al-Hadid bersama Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya
Pengurus Yayasan Al-Kahfi bersama Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya



