Latar Belakang Berdirinya STID Al-Hadid

Latar Belakang Filosofis

Pengembangan dawah Islam membutuhkan penanganan kerja yang terencana dan profesional, karena lapangan dakwah yang melibatkan masyarakat luas dengan berbagai budaya dan perilaku, memiliki dinamika masalah yang cukup tinggi. Belum lagi persoalan dengan kompetitor yang jumlahnya tidak sedikit. Materi dakwah yang membutuhkan penafsiran ketika bersentuhan dengan budaya masyarakat, jika dilakukan seadanya, akan menimbulkan kegagalan.

Di sisi lain, yayasan al-Kahfi yang merupakan organisasi dakwah yang didirikan secara formal pada tahun 1999 telah melakukan berbagai kegiatan dakwah tidak hanya di Surabaya melainkan juga di luar kota. Sekarang ini sudah terdapat cabang-cabang Yayasan al-Kahfi di Indonesia yang tersebar tidak hanya di Jawa tetapi juga di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Dalam perjalanan dakwah sangat terasa sekali kebutuhan kami terhadap tenaga ahli manajemen dakwah.

Bukan hanya Yayasan al-Kahfi, setiap lembaga dakwah baik berbentuk ceramah, penerbitan, seni, budaya, spiritual, moralitas bahkan politik, yang memiliki tujuan pengembangan organisasi, pasti membutuhkan keahlian sarjana managemen dakwah, sementara lembaga dakwah dengan berbagai jenisnya di Indonesia, jumlahnya sangat besar, dengan banyak tenaga ahli manajemen dakwah akan dibutuhkan oleh mereka dan akan membawa organisasi tersebut pada kemajuan yang signifikan. Sampai hari ini kami melihat umat Islam kurang memahami fungsi dan peran keahlian manajemen dakwah dalam hubungannya dengan pengembangan organisasi, ke depan dengan sosialisasi yang baik tentang nilai tenaga manajemen dakwah bagi pengembangan organisasi dakwah, dapat menarik dan merekrut tenaga manajemen dakwah, sehingga kemajuan umat islam akan tercapai tidak hanya pada organisasi dakwah, melainkan juga pada tenaga manajemen dakwah, sektor pendidikan beserta kaitannya.

Pada tahun 2000 Yayasan al-Kahfi telah mendirikan Pesantren Modern al-Kahfi dengan jumlah santri pada tahun itu sebanyak 21 orang. Tahun 2009, Pesantren Modern al-Kahfi telah berkembang pesat dengan jumlah santri dan santriwati sebanyak 393 orang, telah memiliki 2 lokal tempat pendidikan (lokal 1 di jl. Gubeng Kertajaya IV-D/81A dan lokal 2 di jl. Juwingan 26).

Dalam perkembangan Pesantren Modern al-Kahfi selama ini, manajemen dan staf pengajar Pesantren Modern al-Kahfi telah menerapkan sistem belajar mengajar dengan pola dan kultur penelitian. Dengan berbekal jumlah santri yang cukup banyak (dari dalam maupun luar kota Surabaya), infrastruktur yang cukup memadai, pengajar serta program belajar mengajar yang berkualitas maka Yayasan al-Kahfi mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah al-Hadid dengan program studi Managemen Dakwah. Dan pada tahun 2014, STID al-Hadid membuka 2 prodi baru

Latar Belakang Yuridis

Dalam Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 1999, undang-undang No.20 Tahun 2003, keputusan Menteri Agama No.394 Tahun 2003, masyarakat atau lembaga non pemerintah bisa mendirikan Sekolah Tinggi Agama Islam dengan ketentuan yang sudah ditetapkan. Dengan keluarnya SK Dirjen Pendidikan Islam Departemen Agama RI No. DJ.I/2009/693 maka Program Studi Manajemen Dakwah Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah al-Hadid telah resmi berdiri dan memiliki ijin penyelenggaraan dari Direktur Jendral Pendidikan Islam Departemen Agama. Kemudian pada tahun 2014, disusul dengan keluarnya SK Ijin Pembukaan Prodi No. 3656 tahun 2014, untuk prodi S1 komunikasi dan S1 PMI dengan status akreditasi C. Pada selang waktu tahun 2017-2018, institusi dan ketiga prodi melakukan re-akreditasi dengan hasil berikut ini:

Institusi STID al-Hadid:
SK-BAN-PT No.314/SK/BANT-PT/Akred/PT/XI/2018
Akreditasi: Baik (C)

Prodi S1 Manajemen Dakwah:
SK-BAN-PT No.3276/SK/BAN-PT/Akred/S/XII/2018
Akreditasi: Baik Sekali (B)

Prodi S1 Komunikasi & Penyiaran Islam:
SK-BAN-PT No.595/SK/BAN-PT/Akred/S/II/2018
Akreditasi: Baik (C)

Prodi S1 Pengembangan Masyarakat Islam:
SK-BAN-PT No.726/SK/BAN-PT/Akred/S/III/2018
Akreditasi: Baik (C)

Latar Belakang Sosiologis

 Surabaya yang menjadi tempat operasional Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah al-Hadid, merupakan kota besar setelah Jakarta. Secara tinjauan sosial pendidikan, sosial budaya, sosial agama dan ekonomi, sangat mendukung pengembangan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah al-Hadid.

Surabaya merupakan kota yang tingkat kegiatan pendidikan sangat maju dan marak. Dengan maraknya tempat-tempat pendidikan di kota Surabaya, mulai dari TK sampai perguruan tinggi dapat melahirkan budaya rasional, ilmiah dan kompetitif. Sementara STID al-Hadid menawarkan pendidikan Islam modern yang menekankan nilai-nilai ilmiah, spiritual dan ekonomi akan menjadi daya tarik bagi masyarakat Surabaya yang memiliki budaya rasional.