Program Studi S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam (S.Sos)

Pernyataan Visi Prodi S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam

Mewujudkan Program Studi S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam yang Profesional dan Berkualitas Unggul di Tingkat Nasional dengan Berbasis pada Pembelajaran Pola Keterampilan Proses pada tahun 2029.

Misi Prodi S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam

  1. Pelaksanaan rekrutmen mahasiswa Prodi S1 KPI lebih diprioritaskan kepada kemampuan intelegensi, minat komunikasi dan penyiaran Islam dan moralitas, lewat penyelenggaraan tes masuk;
  2. Rekrutmen dosen Prodi S1 KPI diprioritaskan kepada kompetensi, spesialisasi, kecintaan mengajar dan profesional;
  3. Terus menerus meningkatkan kemampuan dosen Prodi S1 KPI, baik lewat pengembangan pendidikan, wawasan dan pelatihan;
  4. Berjalannya sistem pembelajaran berbasis riset pada Prodi S1 KPI, mulai dari kurikulum, bahan kuliah, sistem penyampaian, pemberian tugas, pengujian, laboratorium dan sarana prasaran yang dibutuhkan.
  5. Terciptanya suasana belajar yang kondusif, nyaman dan bersih di lingkungan Prodi S1 KPI;
  6. Hidupnya kultur ilmiah, kemandirian, kejujuran dan kerja sama di lingkungan Prodi S1 KPI;
  7. Memberikan penghargaan kepada dosen dan mahasiswa yang berprestasi di lingkungan Prodi S1 KPI;
  8. Menghasilkan lulusan siap pakai yang kompeten dalam bidang komunikasi penyiaran Islam dan berkarakter;
  9. Melaksanakan kegiatan penelitian untuk mengembangkan keilmuan komunikasi penyiaran Islam dan penunjang pembelajaran pembentukan kompetensi;
  10. Melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat baik di lembaga dakwah, sosial maupun masyarakat.

Kompetensi

Mampu membuat desain komunikasi dan mengkomunikasikannya dalam lingkup komunikasi dakwah, komunikasi humas, komunikasi bisnis islami, komunikasi media massa.

Profesi

Profesional public speaker, master of ceremony, trainer/motivator, public relation, juru kampanye, jurnalis, staf ahli komunikasi: baik di lembaga dakwah maupun perusahaan profit dan/atau non-profit lain.

Prospektus Kerja

• Rentang waktu sarjana ilmu komunikasi saat lulus hingga mendapatkan pekerjaan sekitar 6-4 bulan. Masa itu jauh lebih singkat dibandingkan sekitar 10 tahun lalu, yang rata-rata bisa mencapai hampir satu tahun.

• Rentang waktu sarjana ilmu komunikasi saat lulus hingga mendapatkan pekerjaan sekitar 6-4 bulan. Masa itu jauh lebih singkat dibandingkan sekitar 10 tahun lalu, yang rata-rata bisa mencapai hampir satu tahun.

* https://nasional.kompas.com/read/2010/10/05/18312159/sarjana.komunikasi.cepat.terserap.kerja

• Selamat datang di era ekonomi kreatif (ekraf), wahai lulusan ilmu komunikasi! Sebuah zaman dimana peluang terlihat sempit pada bidang aplikasi ilmu konvensional, namun sangat terbuka lebar dengan aneka peluang ilmu komunikasi penyokong ekonomi kreatif. Inilah waktu tepat dan akurat jika para alumni komunikasi tak selalu harus bekerja pada profesi yang itu-itu saja: Jurnalis/humas/iklan/manajemen komunikasi. Namun, di sisi lain, ada ratusan hingga ribuan startup se-Indonesia yang memerlukan sentuhan skills spesifik lulusan komunikasi. Dengan rerata pendiri berlatar teknik informatika, mereka perlu mitra yang faham berkomunikasi ke publik. Tak hanya itu. Merujuk data Badan Ekonomi Kreatif Kota Bandung Agustus 2016 contohnya, peluang juga terbuka lebar selain usaha rintisan digital tadi, juga pada bidang ekraf dengan serapan terbesar yakni fashion sebesar 52,78%, kerajinan (16,76%), kuliner (16,16%), desain (3,1%), dan seterusnya.

* https://edukasi.kompas.com/read/2017/01/27/20084061/lulusan.ilmu.komunikasi.mau.dibawa.ke.mana.

 

 Instansi Sasaran

  • Organisasi/lembaga dakwah: Masjid nasional/ provinsi/ kota, MUI, dsb.
  • Media massa konvensional/keagamaan: Jawa Pos, Tempo, Kompas, Republika, TV9, dsb.
  • Instansi pemerintah: Kementrian agama, DPRD Tingkat II, dsb.
  • Perusahaan swasta: Unilever, Pertamina, dsb.
  • Organisasi politik berbasis keagamaan: PKB, PAN, PPP, dan PKS.