Program Studi S1 Manajemen Dakwah (S.Sos)

Pernyataan Visi Prodi S1 Manajemen Dakwah STID Al-Hadid

Mewujudkan Program Studi S1 Manajemen Dakwah yang Profesional dan Berdaya Saing di tingkat ASEAN pada tahun 2034 dengan Berbasis pada Pembelajaran Pola Keterampilan Proses.

Misi Prodi S1 MD STID Al-Hadid adalah:

  1. Melaksanakan sistem pembelajaran berbasis riset dalam Prodi S1 Manajemen Dakwah yang kondusif untuk mengembangkan kualitas pembelajar yang memiliki kompetensi di bidang dakwah dengan memiliki kultur ilmiah, mandiri, jujur dan kerjasama.
  2. Melaksanakan kegiatan penelitian untuk mengembangkan keilmuan manajemen dakwah dan penunjang pembelajaran pembentukan kompetensinya.
  3. Melaksanakan pengabdian masyarakat untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan manajemen dakwah demi kemajuan lembaga dakwah, sosial maupun masyarakat.
  4. Mengembangkan kerjasama dengan pemangku kepentingan eksternal, antara lain pemerintah, lembaga dakwah, organisasi sosial, perguruan tinggi lain dan lembaga Iptek lainnya, baik di dalam maupun di luar negeri.

Kompetensi

Mampu mengelola organisasi profesional profit dan non-profit: mendesain keorganisasian, membuat pola kepemimpinan, manajemen dasar, MSDM, manajemen keuangan, manajemen pemasaran.

Profesi

Manajer bidang keuangan, manajer bidang SDM, manajer bidang pemasaran: baik di lembaga dakwah maupun perusahaan profit dan/atau non-profit lain.

Prospektus Kerja

  • Indonesia kekurangan %56 tenaga kerja profesional di level manajerial pada tahun 2020 (hasil riset Boston Consulting Group (BCG) dan World Federation of People Management Associations (WFPMA) tahun 2013.
  • Menurut riset BCG & WFPMA, industri Idonesia pada 2020 akan tumbuh pesat, terutama yang berbasis jasa. Kebutuhan tenaga kerja juga ditengarai bakal naik di semua level, termasuk di tingkat pemula yang diperkirakan tumbuh hingga %17. Dalam penjelasannya, riset ini mendapati kegagalan lembaga pendidikan menyediakan pasokan tenaga kerja profesional dan kompeten sebagai penyebab proyeksi kesenjangan kebutuhan dan ketersediaan tenaga kerja di Indonesia.
  • Agak sulit mencari tenaga kerja yang memenuhi harapan perusahaan dengan keahlian khusus ataupun soft skills yang pas, yang berpotensi mengembangkan perusahaan di masa depan, ucap Direktur Konsultan Willis Towers Watson Indonesia Lilis Halim, ketika merilis hasil riset Willis Towers Watson yang digelar sejak 2014 tentang Talent Management and Rewards yang memotret ketimpangan proyeksi permintaan dan ketersediaan tenaga kerja di Indonesia.

*https://edukasi.kompas.com/read/2017/02/13/07150061/gawat.indonesia.kekurangan.tenaga.kerja.level.manajerial

 Instansi Sasaran

  • Organisasi/lembaga dakwah: Masjid nasional/ provinsi/ kota, MUI, dsb.
  • Lembaga zakat/infaq/shadaqah profesional: Baznas, LazisNU, LazisMU, Baituzzakah, dsb.
  • Ekonomi kreatif berbasis syariah: Travel syariah, kuliner halal, fashion syari, dsb.
  • Instansi pemerintah: Kementrian agama, DPRD Tingkat II, dsb.
  • Perusahaan swasta: Unilever, Pertamina, dsb.
  • Organisasi politik berbasis keagamaan: PKB, PAN, PPP, dan PKS.