(031) 5968709 Webmail

Seorang pemimpin organisasi, tidak hanya penting untuk memperhatikan bagaimana manajemen SDM yang tepat, namun juga bagaimana membangun budaya organisasi dan gaya kepemimpinan. Hal ini mengingat, kesuksesan organisasi juga sangat ditentukan oleh ketepatan pemimpin dalam menggerakkan anggotanya melalui budaya organisasi dan gaya kepemimpinan yang ia terapkan. Seperti bunyi sebuah pepatah yang mengatakan: “Leadership is the key to 99 percent off all successful efforts.”

Realitas inilah yang juga menjadi salah satu motivasi diangkatnya topik tersebut dalam seminar internasional yang diselenggarakan STID Al-Hadid pada Sabtu (25/10.2025) yang lalu. Bertajuk “Organizational Culture and Leadership Style in Public Organization”, STID Al-Hadid berharap agar mahasiswa dan peserta seminar yang kelak menjadi calon-calon pemimpin, dapat menerapkan budaya organisasi dan gaya kepemimpinan yang tepat pada organisasi yang mereka emban.

Seminar internasional STID Al-Hadid siap dimulai

Pembukaan acara seminar internasional oleh MC

Sesi registrasi dimulai

Satu per satu peserta melakukan registrasi

Undang Profesor dari Malaysia

Seminar internasional yang diselenggarakan secara semionline dengan jumlah peserta kurang lebih 400 orang tersebut, juga terasa spesial karena STID Al-Hadid menghadirkan salah seorang pembicara dari Malaysia. Beliau adalah Prof. Dr. Khatijah Omar, B.Sc., M.Sc., Ph.D., yang merupakan dosen dari University Malaysia Terengganu (UMT) sekaligus menjabat sebagai kepala program dan wakil direktur pada universitas yang sama. Kepakaran beliau pada bidang keorganisasian itu sendiri juga tidak perlu diragukan, karena beliau memiliki spesialisasi pada bidang ilmu manajemen SDM.

Tak kalah menarik, pembicara ke-2 yang dihadirkan dalam seminar internasional kali ini juga memiliki pengalaman dan ilmu yang cukup luas dalam bidang manajemen. Beliau yakni Dr. Ahmad Hidayat, S.Psi., M.Kom.I. yang merupakan dosen STID Al-Hadid pada program studi Manajemen Dakwah.

Pembicara I: Prof. Dr. Khatijah Omar, B.Sc., M.Sc., Ph.D.

Pembicara II: Dr. Ahmad Hidayat, S.Psi., M.Kom.I.

Bahas Pengaruh Budaya Organisasi dan Gaya Kepemimpinan pada Organisasi Publik

Dalam pembahasan materi berjudul “The Impact of Organizational Culture and Leadership Styles On The Performance of Public Organizations”, Prof. Khatijah menyampaikan topik tersebut dengan cukup detail, terstruktur, dan terperinci. Di awal beliau memaparkan pengertian dari masing-masing istilah terkait, yakni: apa itu public relation, performance, budaya organisasi, dan juga kepemimpinan. Kemudian beliau menguraikan pula contoh-contoh organisasi publik, jenis-jenis kultur organisasi, dan macam-macam gaya kepemimpinan. Dalam sub-bahasan ini, beliau juga menjelaskan mengenai contoh budaya organisasi dan gaya kepemimpinan yang baik. Termasuk dalam hal ini, yaitu budaya organisasi dan gaya kepemimpinan yang baik dalam Islam.

Tak sampai di situ saja, beliau pun sempat menyinggung salah satu hasil risetnya terkait budaya organisasi dan gaya kepemimpinan, di mana hasil penelitian menunjukkan bahwa memang ada keterkaitan antara budaya organisasi dan gaya kepemimpinan dengan kinerja organisasi.

Di akhir pemaparan materi, beliau menyampaikan pula tentang tantangan dalam mengelola organisasi publik serta strategi membangun budaya organisasi dan gaya kepemimpinan. Pada bab kesimpulan, beliau menekankan beberapa poin penting, di antaranya seperti: pentingnya sinergi antara budaya organisasi dan leadership agar kinerja organisasi dapat meraih hasil yang baik, pemimpin adalah cerminan budaya, dan kejayaan organisasi itu sangat bergantung pada manusia yang menggerakkan di dalamnya.

Pada sesi ke-2, topik yang dibawakan oleh bapak Dr. Ahmad Hidayat juga tak kalah menariknya. Berjudul “Mosque Leadership Based on Ideological Equality”, beliau menyampaikan materi yang merupakan hasil penelitian disertasinya.

Secara terperinci, di awal beliau memaparkan latar belakang dan nilai penting dari penelitian tersebut, yang mana secara prinsip dijelaskan bahwa terdapat kebutuhan dan prospektus bagi umat Islam terhadap konsep kepemimpinan pada organisasi publik keagamaan. Utamanya dalam hal ini, yakni pada masjid-masjid yang memiliki jemaah dengan berbagai corak ideologi/pemikiran.

Lebih lanjut, Dr. Ahmad Hidayat menjelaskan pula bahwa dalam penelitiannya tersebut menjadikan dua masjid di Surabaya sebagai objek penelitiannya. Dua masjid itu sendiri dipilih karena memiliki keistimewaan, yakni dipandang mampu mengelola dan mengakomodasi para jemaahnya meskipun terdiri dari beragam corak pemikiran.

Sesi pemaparan materi oleh Prof. Dr. Khatijah Omar

Sesi pemaparan materi oleh Dr. Ahmad Hidayat

Peserta seminar tengah fokus menyimak materi

Dr. Ahmad Hidayat tengah fokus menyampaikan materi

Antusiasme Peserta: baik dari STID Al-Hadid maupun Peserta Luar Negeri

Dua topik seminar yang menarik itu pun kemudian sukses memantik banyak pertanyaan dari para peserta seminar. Ketika sesi tanya jawab dimulai, para peserta terlihat langsung berbondong-bondong mengacungkan tangan demi mendapatkan kesempatan untuk bertanya. Antusiasme itu bahkan tak hanya berasal dari peserta offline maupun online, namun juga datang dari peserta STID Al-Hadid dan peserta luar negeri.

Selama sesi tanya jawab berlangsung, tim media merangkum setidaknya ada 10 peserta yang mengajukan pertanyaan. Dua di antaranya bahkan berasal dari peserta luar negeri. Pertanyaan-pertanyaan dari peserta itu pun cukup berbobot. Mereka pada umumnya menyampaikan pertanyaan terkait bagaimana menerapkan model-model budaya organisasi dan gaya kepemimpinan pada tiap-tiap jenis dan tipe organisasi publik.

Antusiasme peserta selama seminar internasional berlangsung

Peserta seminar internasional fokus menyimak materi

Para dosen yang tidak kalah fokusnya dalam menyimak materi seminar internasional

Situasi saat sesi tanya jawab

This Seminar is Very Good One, Even Though This is My First Time Joining STID Al-Hadid International Seminar

Topik menarik dan diskusi yang hidup, tanpa terasa menghabiskan waktu yang tersedia. Forum yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB itu tak terasa sudah berlangsung beberapa jam hingga waktu menunjukkan pukul 12.00 WIB. Forum seminar internasional pada siang itu pun kemudian ditutup dengan pemilihan peserta dengan pertanyaan terbaik oleh panitia penyelenggara. Tak lupa, panitia memberikan gift spesial kepada pada para peserta tersebut.

Di waktu terpisah, tepatnya pada sesi wawancara dengan tim media, banyak kesan dan pesan dibagikan oleh Prof. Khatijah terkait seminar hari itu, seperti: betapa antuasiasnya mahasiswa dan peserta seminar, baik dalam menyimak materi maupun saat sesi tanya jawab berlangsung.  

“Personally I see a seminar is very playful and very meaningful one, for the students as well as the dosen. Even though we are the dosen, but there are always new thing share in the forum/seminar. And my point of view is that this seminar is very good one, so that we can share the knowledge and it is good also to have them good participant from students. I can see that a student they are very anthusiastic and especially asking the question, maybe some of them the idea that given during the lecturer or the forum not understood by them maybe. In general, I would say that this seminar is very good one, even though this is my first time joining STID Al-Hadid international seminar.”

Di akhir wawancara, Prof. Khatijah juga menyampaikan banyak pesan kepada mahasiwa STID Al-Hadid, utamanya terkait hal penting yang patut diperhatikan ketika mempelajari ilmu budaya organisasi dan gaya kepemimpinan.

“Because they are still the mahasiswa, but even though they are still mahasiswa/student, but in  the future they do will be the staff, they do will be the leader to the organization, so what we have learn today is good for the students to slowly in still the good leadership characteristic, or islamic culture, islamic leadership that we learn just now, and also the positive culture and islamic culture that they have learn also. But even though they are not still leaders, but they leader to themselves first. So, if we want to change something, is start with ourself first. So, because our students now have the knowledge or idea about good organizational culture, good leadership characteristic, so why not, bit by bit they try to in still in themselves, try to practice a little bit. Even though maybe I’m not a leader yet, wait until I be a leader only then I will practice, not necessary like that. Whatever that ilmu that is good for us that we can practice right away, ok, so is good for the student to practice, to start to practice good leadership, at least leadership to themselves, and if not to the organization, they maybe can be the leader to the brother or sister, or the leader in their own house. But if let say they in still  of practice a good leadership and good culture in the house, insyaallah it will bring them also to good culture and leadership in the organization that they will be the staff in those organization.”

Civitas akademika STID Al-Hadid bersama Prof. Dr. Khatijah Omar

Pemberian gift kepada peserta dengan pertanyaan terbaik