Sebagaimana kita tahu, dakwah bukanlah sekadar dimaknai sebagai aktivitas penyampaian pesan dari dai kepada mad’u. Lebih dari itu, dakwah juga haruslah mampu membuat objek dakwah memahami, menerima, dan bahkan mengikuti apa-apa yang diserukan dari materi dakwah yang ada. Maka dari itu adanya strategi dalam sebuah komunikasi dakwah menjadi teramat penting, agar tujuan dakwah dapat tercapai.
Poin ini pulalah yang juga menjadi latar belakang diselenggarakannya seminar nasional oleh STID Al-Hadid pada Sabtu (29/09/2025) yang lalu. Bertemakan “Strategi Komunikasi Dakwah”, STID Al-Hadid mengajak mahasiswa dan para peserta lainnya mendalami ilmu pengetahuan tersebut.
Bertempat di hall lantai 4 gedung kampus, STID Al-Hadid kala itu juga secara spesial mengundang dua pembicara yang memiliki kepakaran pada bidang ilmu komunikasi dakwah. Di mana pembicara pertama yakni ibu Dr. Oriza Agustin, M.Si., yang diketahui memiliki background sebagai dosen ilmu praktisi media dari UIN Jurai Siwo, Lampung. Kemudian pembicara ke-2 yakni ibu Dr. Maimunah, S.Psi., M.Kom.I., yang merupakan dosen pengajar STID Al-Hadid bidang ilmu komunikasi dakwah.
Banner kegiatan seminar nasional STID Al-Hadid
Peserta seminar nasional tengah melakukan sesi registrasi
Sambutan dari Ketua Prodi KPI (Bpk. Yudi Asmara, S.Kom.I., M.Ag.)
Pembukaan seminar nasional oleh MC
Belajar Ilmu Public Relation dan Strategi Komunikasi Dakwah pada Lansia
Sepanjang acara, pembahasan materi pun terlihat cukup menarik dan seru. Terlebih kala ibu Dr. Oriza Agustin tidak hanya memaparkan teori dalam materi yang dibawakannya, namun juga contoh konkret bagaimana penerapan ilmu strategi komunikasi dakwah (spesifiknya ilmu public relation) pada komunitas pemberdayaan masyarakat yang beliau inisiasi. Di mana komunitas tersebut tepatnya bernama “Teras Komunal”. Lewat materi yang beliau bawakan dengan judul topik: Public Relation Sebagai Strategi Komunikasi Dakwah dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Islam, mahasiswa STID Al-Hadid dan seluruh peserta seminar juga diajak untuk memahami dan mendalami beberapa hal penting, di antaranya seperti: kedudukan public relation (PR) dalam komunikasi dakwah, fungsi dan peran PR, tujuan utama PR, peranan PR bagi lembaga dakwah, dan masih banyak yang lainnya.
Tak kalah menariknya dari pemaparan materi pembicara pertama, ibu Dr. Maimunah juga membawakan materi yang cukup bernas. Lewat materi yang sekaligus merupakan hasil disertasi beliau yang berjudul: Dakwah Membangun Kebermaknaan, Studi Strategi Komunikasi Dakwah pada Mad’u Lanjut Usia, mahasiswa dan para peserta lagi-lagi mendapatkan ilmu baru terkait penerapan strategi komunikasi dakwah pada jenis pasar dakwah tertentu. Spesifiknya pada objek dakwah lanjut usia (lansia).
Pembicara 1: Dr. Oriza Agustin, M.Si.
Pembicara 2: Dr. Maimunah, S.Psi., M.Kom.I.
Penyampaian materi oleh Dr. Mainumah, S.Psi., M.Kom.I.
Peserta seminar tengah fokus menyimak materi
Adaptasi terhadap Perkembangan Teknologi
Melihat peserta yang begitu antusias dan kritis dalam bertanya, apresiasi pun turut diberikan oleh ibu Dr. Oriza. Di samping itu beliau juga senang, karena melalui seminar ini beliau merasa dijembatani untuk dapat membagikan ilmu dan pengalaman-pengalamannya di lapangan riil selama ini. Tak hanya itu, selepas acara beliau juga menitipkan pesan penting kepada mahasiswa STID Al-Hadid terkait pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan pengaruhnya terhadap strategi komunikasi dakwah.
“Menurut saya sebagai seorang praktisi public relation, kita harus mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi, baik itu digital maupun platform-platform lainnya yang dapat menunjang bagaimana strategi komunikasi dakwah itu dapat sampai ke masyarakat tanpa terbatas ruang dan waktu, dan jauh lebih luas.”
Penyerahan gift untuk penanya terbaik
Penyerahan gift untuk penanya terbaik
Pengurus STID Al-Hadid bersama Dr. Oriza Agustin, M.Si.
Foto bersama peserta penerima gift dengan Dr. Oriza Agustin, M.Si.



