(031) 5968709 Webmail

“It’s more than graduation!”, begitulah kiranya kata-kata yang tepat menggambarkan wisuda sarjana yang baru saja diselenggarakan STID Al-Hadid – Yayasan Al-Kahfi pada beberapa pekan lalu. Sebuah kalimat, yang juga persis diungkapkan oleh Koordinator Kopertais Wilayah IV, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil.,Ph.D., dalam sesi pembuka sambutannya.

Ya seperti diketahui, pada Senin (16/9/2024) lalu STID Al-Hadid kembali menggelar hajatan besaran-besaran bagi para lulusannya untuk kali ke-9. Wisuda sarjana yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB itu diselenggarakan di sebuah ballroom megah sebagaimana wisuda di tahun sebelumnya, yakni digelar di Dyandra Convention Center Surabaya.

Wisudawan tengah bersiap sebelum acara dimulai

Cek-cek lagi kerapian topi dan baju toga

Para tamu undangan yang tampak mulai hadir di venue acara

Papan petunjuk tempat berlangsungnya acara

Proses registrasi tamu undangan wisuda

Menggunakan teknologi scan barcode untuk proses registrasi

Ballroom tempat berlangsungnya acara

Background panggung menggunakan layar LED berukuran  4 x 12 meter

Pembukaan acara oleh MC pada sesi 1

Pembukaan acara oleh MC pada sesi 2

Meluluskan 398 Sarjana, Mengundang 3.000 Orang Tamu Undangan

Pada wisuda sarjana dan sidang senat terbuka ke-9 kali ini, STID Al-Hadid tampak patut berbangga dan berbahagia karena dapat kembali mempersembahkan banyak lulusan terbaiknya. Sebagaimana paparan ketua STID Al-Hadid, Bapak Dr. Aris Kristianto, S.Ag., M.HI., dalam sambutannya, terhitung sebanyak 398 lulusan sarjana setingkat S1 (angkatan tahun 2022/2023 dan 2023/2024), diwisuda pada hari itu.

Masih dalam paparan isi sambutannya, Aris Kristianto juga menyampaikan bahwa jumlah lulusan pada tahun ini adalah termasuk yang terbanyak. Bahkan untuk ukuran PTKIS (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta), jumlah lulusan yang dihasilkan oleh STID Al-Hadid tersebut, dapat dikatakan cukup besar.

“Mungkin untuk ukuran PTKIS yang bukan institut apalagi universitas, melainkan sekolah tinggi ilmu dakwah dengan 3 prodi (program studi), jumlah peserta wisuda kali ini boleh dibilang terbanyak dalam sejarah wisuda di kampus STID Al-Hadid.”

Sebab itu karena mengingat banyaknya jumlah lulusan yang diwisuda dan di samping karena tamu undangan yang hadir juga mencapai 3.000 orang, maka penyelenggaraan wisuda kali ini dilakukan sebanyak 2 sesi, yakni sesi pagi (dimulai pukul 08.00 WIB) dan sesi siang (dimulai pukul 13.00 WIB).

Pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sari tilawah

Wisudawan bersiap melakukan kirab wisuda

Wisudawan bersiap melakukan kirab wisuda

Barisan rapi wisudawan STID Al-Hadid

Kirab wisudawan dimulai

Wisudawan memasuki venue acara

Senat STID Al-Hadid memasuki ruangan acara

Jajaran Senat STID Al-Hadid

Wisudawan STID Al-Hadid angkatan ke-9

Wisudawan STID Al-Hadid angkatan ke-9

Wisuda Sekelas Konser dan Serasa Wisuda di Kampus Top Luar Negeri

Bukan hanya luar biasa dari sisi jumlah lulusan dan undangan yang hadir, wisuda STID Al-Hadid pada hari itu juga sangat menarik dari aspek kemasan acaranya. Bagaimana tidak, bila pada umumnya acara wisuda terkesan formal dan monoton, maka hal tersebut tidak akan kita temukan di wisuda STID Al-Hadid pada hari itu. Banyak tamu undangan termasuk orang tua wisudawan yang memuji dan mengapresiasi penyelenggaraan wisuda tersebut. Bahkan Koordinator Kopertais Wilayah IV, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil.,Ph.D. yang hadir kala itu, menyebut bahwa peserta yang menghadiri wisuda STID Al-Hadid pada hari itu, serasa dibawa masuk ke sebuah konser musik atau serasa menghadiri sebuah penyelenggaraan wisuda di kampus top luar negeri.

“Saya mengawali sambutan saya dengan kesan yang luar biasa. Saya mengatakan “It’s more than graduation”, karena saya baru pertama kali ini hadir di acara wisuda yang kaya dengan kreasi, satu di antaranya wisuda yang bertabur dengan penampilan orkestra dan ini keren banget. Saya merasa bahwa ini bukan sekedar wisuda, dan saya merasa sedang berada di konser musik dan di sana ada kelompok orkestra Erwin Gutawa. Ini keren sekali karena perguruan tinggi kita ini STID Al-Hadid tampil dengan kreasi yang cukup luar biasa. Acaranya gaul, formal wisuda tapi tetap gaul, kreasinya banyak..,” ungkap Prof. Akh. Muzakki dalam sesi wawancara.

Pada acara wisuda di pagi hari itu, di samping acara diisi dengan kegiatan mulai dari: pembacaan Al-Qur’an dan sari tilawah; menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars STID Al-Hadid, dan Hymne STID Al-Hadid; kirab wisudawan; pembukaan Sidang Senat Terbuka dan pembacaan SK wisuda; sambutan-sambutan; pemutaran film wisuda; dan prosesi wisuda, STID Al-Hadid juga menghadirkan Alkahfinita – music entertainment sebagai sesi entertainment-nya. Terhitung setidaknya ada 5 lagu yang dibawakan oleh grup musik besutan Yayasan Al-Kahfi tersebut. Mulai dari: lagu berjudul “Guruku”, “Maafkan Aku Ibu”, “Sarjana Mata Air Pegunungan” dan juga 2 lagu baru berjudul “Berpikir Rasional” dan “Jalan Kreatif” dibawakan secara apik dengan iringan musik ala orkestra.

Menyanyikan lagu Indonesia Raya

Pembukaan Sidang Senat Terbuka

Pembacaan SK Wisuda oleh Shofyan Affandy, S.E., M.Kom.I.

Sambutan dari Ketua STID Al-Hadid

Sambutan dari Ketua Yayasan Al-Kahfi

Sambutan dari Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya 

Penampilan memukau dari Alkahfinita

Penampilan memukau dari Alkahfinita

Alunan suara merdu dari penyanyi Alkahfinita

Alunan suara merdu dari penyanyi Alkahfinita

Tamu undangan tengah menikmati suguhan acara wisuda

Situasi saat acara wisuda tengah berlangsung

Menjadikan Sarjana Berbasis Kreatif”: Tema Baru yang Segar Nan Relevan dengan Tuntutan Hari Ini

Bisa dikatakan sudah menjadi kekhasannya, STID Al-Hadid juga selalu menyuguhkan tema-tema wisuda yang segar dan berbeda di tiap tahunnya. Bila pada wisuda ke-8 tema yang diangkat yakni: “Menjadi Sarjana Pembangun Peradaban”, maka berbeda lagi dengan tema pada penyelenggaraan wisuda ke-9 kali ini. Tema tersebut yakni bertajuk, “Menjadikan Sarjana Berbasis Kreatif”.

Dalam sesi wawancara dengan tim media, Ketua Yayasan Al-Kahfi, Bapak Suwari S.H., M.Kom.I., mengungkapkan mengenai latar belakang dan tujuan dari pengangkatan tema tersebut pada wisuda kali ini. Di mana inti dari penjelasan beliau, tema ini mengandung pesan bahwa diharapkan kelak wisudawan STID Al-Hadid dapat menjadi lulusan yang mampu menciptakan ide-ide kreatif, yang out of the box, sebagai solusi atas persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat.

“Tema yang kita angkat pada wisuda kali ini, itu memang kita berharap bahwa di kala kemajuan teknologi yang ada kemudian bisa menggerus aspek-aspek kemanusiaan, misalnya persoalan-persoalan yang berkaitan dengan manusia, lingkungan, dan seterusnya, itu bisa terpecahkan dengan ide-ide yang kreatif. Bahwa sebenarnya kemajuan-kemajuan sains dan teknologi itu punya dampak, punya sisi, baik negatif maupun positif, bergantung bagaimana kita bisa menempatkannya. Sehingga harapan kita nantinya para wisudawan, para mahasiswa, itu mampu menciptakan ide-ide kreatif, mampu menciptakan gagasan-gagasan yang berorientasi pada pemecahan masalah, out of the box, semacam itu ya. Think something different. Bagaimana kemudian melihat realitas itu tidak kemudian putus asa, tapi bagaimana melihat realitas/problematika itu sebagai satu tantangan yang itu kemudian kita carikan solusinya. Bagaimana kemudian kemampuan rasionalitas kita, kemampuan akal kita, itu mencari solusi atas berbagai macam persoalan-persoalan yang ada, sehingga persoalan-persoalan dalam masyarakat itu mampu kita pecahkan.”

Tabung-tabung wisuda yang dipersiapkan untuk prosesi wisuda

Prosesi wisuda dimulai

Wisudawan dari prodi Manajemen Dakwah (MD)

Wisudawan dari prodi Manajemen Dakwah (MD)

Wisudawan dari prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)

Wisudawan dari prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)

Wisudawan dari prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI)

Wisudawan dari prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI)

Ucapan Terima Kasih dari Wisudawan, Orang Tua Wisudawan, dan ketua cabang Yayasan Al-Kahfi

Meski acara wisuda kali ini berdurasi cukup panjang karena diselenggarakan sebanyak 2 sesi (mulai pukul 08.00 – 16.00 WIB), namun hal ini sama sekali tidak mengurangi kualitas acara dan antusiasme tamu undangan yang hadir. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya testimoni positif yang diungkapkan oleh para tamu undangan yang hadir. Dan beberapa di antaranya, seperti terangkum dari bincang-bincang singkat yang dilakukan oleh tim media Yayasan Al-Kahfi dengan sejumlah tamu undangan, mulai dari: wisudawan, orang tua wisudawan, Koordinator Kopertais Wilayah IV, dan juga ketua cabang Yayasan Al-Kahfi.

Testimoni tamu undangan

“Penyelenggaraan wisuda tahun ini sangat menarik ya. Secara konsep saya yakin ini tidak berjalan sekadar formalitas begitu ya. Saya lihat panitia dan berjalannya acara sangat totalitas. Menariknya, itu saya lihat ada banyak aspek di acara wisuda tahun ini. Di situ ada aspek akademis, di situ terasa aspek dakwahnya, spiritualnya, seninya, budaya, menjadi satu komposisi yang sangat epik. Kalau makanan itu kayak ada rasa manis, pedes, dan asin itu diramu menjadi sesuatu yang sangat enak. Terasa banget begitu ya, akademisnya terasa. Tadi dari ketua yayasan juga menyampaikan semangat spritualnya, semangat gerakan dakwahnya, sangat menggugah dan seni entertainmentnya juga sangat menghibur. Sehingga ada perasaan menyenangkan dan bangga menghadiri acara ini.”

(Nasaruddin Jamil – Ketua Yayasan Al-Kahfi Cabang Kota Medan)

 

“Kalau saya memang setiap kali menghadiri wisuda Al-Hadid itu secara perasaan selalu trenyuh dan haru gitu. Selalu terhanyut dengan suasana yang ada dan tidak pernah monoton. Dan itu selalu saya alami berulang-ulang. Nah saat ini pun hal yang sama, ditambah lagi dengan melepas anak bisa wisuda di lingkungan Al-Hadid, itu sebuah kebanggaan yang luar biasa yang kami dapatkan. Dan terutama kami sampaikan terima kasih banyak kepada Al-Hadid yang sudah memberikan lingkungan pendidikan yang sebegitu hebatnya kepada anak-anak kami.”

(Neni Purwanti – Orang Tua Wisudawan & Alumni)

 

“Orang tua saya sangat tersentuh dengan penyajian musik dari Alkahfinita, terutama pada lagu Hymne Al-Hadid yang dianggap mempresentasikan perjuangan anak-anak Al-Hadid. Dan ketika dijelaskan bahwa musik ini bagian dari bentuk dakwah Al-Kahfi di bidang seni, orang tua saya merasa takjub karena Al-Kahfi memikirkan sampai sub seni dengan penghayatan pesan yang selalu sampai di setiap lagunya. Anak-anak juga dididik untuk peduli dan memperjuangkan nasib masyarakat kecil. Hingga ayah saya bilang: ‘Papa bangga kamu bareng sama lingkungan yang cinta sama anak yatim dan orang miskin. Kalian sesuai dengan pesan Rasulullah. Semoga nanti kita didekatkan ya sama Rasul kayak jari telunjuk dan jari tengah di surga nanti.’

Orang tua saya juga merasa bangga Al-Hadid bisa meluluskan banyak mahasiswa, yang ini bikin kaget karena merasa takjub, ternyata masih ada anak remaja yang memilih kampus dakwah dan punya cita-cita syiar dakwah, jadi orang tua merasa optimis kalau Islam bisa maju kalau generasinya kayak yang dibentuk sama Al-Hadid.

Ketika diceritakan bahwa panitia yang pakai dresscode jas itu semua dosen, juga takjub karena tidak menyangka kalau dosennya masih pada muda, rapi, sopan, dan acaranya berjalan teratur. Dan waktu diceritakan terkait MC pun kaget, karena dikira itu sewa dari luar, tapi ternyata dosen dan alumni yang menjadi penyiar radio, sehingga orang tua saya sangat mengapresiasi sekali. Kata orang tua saya: “Gimana anak-anak ga bagus, dosennya yang membimbing saja bagus-bagus.”

(Syifa Ayu Nabilla – Wisudawan)

 

“STID itu luar biasa ya, bisa membimbing, mendidik, sampai akhirnya menjadikan sarjana anak didiknya. STID dan Al-Kahfi itu luar biasa nduk, kamu sudah dididik sedemikian rupa. Sekarang saatnya kamu yang berbakti. Jangan lepaskan Al-Kahfi ya, nduk,” begitu ucap nenek saya.

Saya tumbuh dan besar bersama beliau. Beliau tidak henti-hentinya takjub terhadap STID, mulai dari awal perkuliahan, hingga wisuda kemarin puncaknya. Beliau mengikuti betul perjalanan yayasan dan STID, serta dokumenter yang mengingatkan perjalanan saya dan teman-teman hingga wisuda. Sebagai seorang lansia yang memiliki cucu namun menempuh pendidikan di luar kota, saya berempati bahwa tidak mudah bagi beliau untuk mengikhlaskan. Akan tetapi        setelah pulang acara wisuda sampai tiba di rumah, beliau selalu menyampaikan rasa takjub dan berterima kasih sekali. Tidak ada kekurangan malah menurut beliau. Nenek pernah mengikuti acara wisuda cucu temannya, dan katanya wisuda tersebut tidak ada apa-apanya dibanding yang diberikan STID. Sejak undangan saja sudah beda, sangat menunjukkan penghormatan kepada orang tua.

‘Momen wisuda kemarin itu mengingatkan kembali bahwa kamu ndak hanya sarjana, melainkan juga tentang pentingnya akhlaq, dakwah, dan menjadi orang Islam yang baik nduk. Seneng aku kamu kuliah di sana,’ ucap nenek lagi sembari menangis sedikit.”

(Karunia Safitri – Wisudawan)

 

“Respon orang tua saya katanya acaranya bagus dan memuaskan. Fasilitasnya bintang lima, dekorasinya juga mewah dan mantap. Pengisi acaranya keren dan glamour gayanya. Utamanya penampilan dari penyanyi dan pengisi musiknya (orkestra). Pengisian kata sambutannya juga tidak membosankan meskipun beberapa pengisi yang tampil. Di samping itu service dari panitia dan secara tutur kata juga bagus, dan dalam menunjukkan arah dan tempat juga bagus. Makanan berat dan snack box-nya enak. Ruangannya nyaman, suhu AC-nya pas.

Acaranya di luar bayangan orang tua saya, karena sekolah dakwah dikiranya acaranya full islami ataupun sangat kental dengan simbol-simbol islami, tapi ternyata enggak. Acaranya sangat modern tapi tidak lepas dari nilai-nilai Islam. Penataan acaranya juga sangat rapi, mulai dari datang di awal hingga untuk foto-foto juga diatur dan ada antriannya. Intinya kata bapak saya, ‘Best of the best-lah acaranya. Tidak sia-sia menempuh perjalanan dari Medan ke Surabaya’ (hampir ujung pulau Sumatera ke ujung pulau Jawa).”

(Dita Afrillia – Wisudawan)

 

“Keluarga besar saya yang datang ketika acara, merasakan megah dan acaranya entertainment banget. Ruangannya juga sejuk karena ber-AC. Orang tua juga bilang acaranya tidak seperti di kampus lain yang hanya di aula/hall kampus. Abah saya yang datang dari awal hingga selesainya acara juga bilang: ‘Acaranya sangat meriah dan mengagumkan.’ Beliau juga terharu ketika lagu berjudul ‘Guruku’, ‘Maafkan Aku Ibu’, serta ‘Mata Air Pegunungan’ dinyanyikan. Menurut mereka lagi, suguhan acaranya sangat mengharukan, dari mulai musik, tempat duduk, dan keramahan mbak-mbak dan juga mas-masnya.

Abah saya juga berkata: ‘Dulu ketika mengikuti serangkaian acara wisuda di kampus UNAIR, Wijaya Putra, dan IKIP Bandung tidak semegah ini. Jamuannya begitu nikmat, apalagi sampai repot-repot mengundang rektor UINSA.’

Sesampainya di rumah diceritakan ke keponakan-keponakannya tentang acara wisuda yang sangat bagus ini. Bahkan orang tua saya bilang ke keponakan yang kuliah di UINSA: ‘Rektormu tadi di sana ngasih sambutan.’ Orang tuaku bahkan keluarga besarku jadi lebih percaya sama kampusku.”

(Nursayid Abdillah Assidiqi – Wisudawan)

 

“Kesan dari orang tuaku selama acara wisuda berlangsung katanya gak bisa membendung air mata dan merinding, karena acara wisudanya semegah dan dan semewah itu. Mamah dan ayah terharu banget, apalagi saat dari awal Alkahfinita sudah membawakan lagu-lagunya, tak henti-hentinya air mata mamah karena seterharu itu mendengarkan alunan musik dari Alkahfinita dengan khidmat. Sampai-sampai mereka tanya ke aku, ‘Apa ada YouTube-nya apa enggak?’, karena sesuka itu.

Menurut orang tua, acaranya juga melekat, sampai ketika di rumah mereka ceritakan lagi dengan bangga ke paman, bibi, dan saudara yang tidak bisa ikut menghadiri acara wisudaku, bahwa acaranya sangat besar, mewah, dan seperti menonton konser-konser berkelas, makanannya enakkk, pelayanannya yang sangat ramah, kata mamah bintang lima pokoknya, karena mamah sempat kebingungan pas sampai lokasi karena saking ramainya orang. Tapi dibantu oleh panitia yang sangat amat baik dan ramah katanya. Photo booth-nya juga keren bangettt, cepet banget jadinya. Ayahku juga bilang: ‘Baru ke acara wisuda yang nggak ngebosenin dek, mewah banget dan konsumsinya juga berkelas, sambutan-sambutannya dari civitas dan rektor yang sangat berbobot sekali dan beda sekali dengan acara wisuda kakakku di kampus lain. Keren memang kampus kamu dek.’

Mamah juga sempat kaget karena Yayasan Al-Kahfi punya cabang sebanyak itu, dan ia bangga sekali bisa hadir dan menjadi bagian dari Yayasan Al-Kahfi juga. Hal ini juga meningkatkan kepercayaan mamah terhadap Yayasan Al-Kahfi.”

(Indri Wulandari – Wisudawan)

 

“Kata bapak dan ibu saya, bahkan pas awal acara nahan-nahan mau nangis, mulai pas wisudawan masuk ke ruangan. Terus pas lagu Indonesia Raya, merasuk sekali katanya, dan juga pas lihat konsernya Alkahfinita, karena ayah saya orang desa nyell (banget), sempet dikira bakal konser dangdut, dan nyari lagu dangdut, wkwkwk. Setelah pulang, ibu langsung nanya, nanti apa ada YouTube-nya dan langsung nyari-nyari YouTube-nya. Kata keluarga besar, Al-Kahfi betul-betul memperlakukan tamu dengan buwaiiikk, beda banget dengan kampus lain, mewah banget. Sama sekali ndak ngira bakal segitu tertatanya, hingga kepikiran pengen tahu seberapa besar upaya penyiapannya. Nenek saya saat lihat rekaman acaranya juga sampai nangis. Terus pas denger ceramah pak ketua kopertais banyak ngakak. Heboh katanya. Kata bapak, ceramahnya enak, asyik. Bapak langsung tanya juga SPP-nya berapa, dan begitu berterima kasih karena anaknya sudah dibeasiswai, dibesarkan, dijaga, diberi pendidikan segalanya. Mau membalas budi juga bingung caranya gimana.”

(Qhorusfi Kalingga – Wisudawan)

 

Ucapan Terima Kasih & Pesan-pesan Kepada Wisudawan

“Jadi saya mau mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh jajaran civitas STID Al-Hadid karena sudah menyusun kurikulum yang luar biasa sekali. Saya merasakan manfaatnya, saya merasakan perbedaan saya ketika SMA dengan lulus saat ini itu berkat dari civitas yang membikin kurikulum yang luar biasa itu tadi. Dan saya juga berterima kasih kepada Yayasan Al-Kahfi yang sudah menjadi rumah bagi saya untuk bisa terus mengabdi kepada masyarakat, untuk bisa terus memberikan manfaat, kemampuan saya untuk bisa menyelesaikan masalah di masyarakat.”

(Hanifia Trisna – Wisudawan dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam)

“Yang pasti sangat berterima kasih banyak untuk 4 tahun ini sudah menjadi bagian dari peningkatan kualitas diri saya dari nol hingga saat ini. Terima kasih banyak kepada dosen-dosen, staf-staf, dan semua yang terlibat di STID Al-Hadid. Kemudian untuk Yayasan Al-Kahfi sendiri terima kasih banyak. Mudah-mudahan sukses selalu, STID Al-Hadid juga semakin maju, Yayasan Al-Kahfi semakin maju, dan mudah-mudahan segala apa yang saya dapatkan dari semua ini bisa jadi amal jariyah buat semuanya.”

(Neila – Wisudawan dari Program Studi Manajemen Dakwah)

 

“Temen-temen wisudawan STID Al-Hadid jangan pernah gelisah atas masa depan. Masa depan itu patut digelisahkan oleh orang-orang yang tidak kreatif. Maka menjadi wisudawan STID Al-Hadid yang sudah diproses, dibiasakan kreatif dan inovatif, jadikan itu sebagai modal untuk menjemput masa depan. Karena masa depan itu ada orangnya, dan hanya orang kreatif yang bisa memenangi masa depan.”

(Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil.,Ph.D. – Koordinator Kopertais Wilayah IV)

 

“Pesan yang perlu saya sampaikan bahwa berpikir kreatif itu harus adaptif terhadap perubahan zaman dan kami berharap agar ilmu-ilmu yang diberikan oleh bapak/ibu dosen bisa digunakan dan selalu memperhatikan penggunaan akal sehatnya dalam menghadapi semua permasalahan. Dan saya berpesan, mudah-mudahan mahasiswa yang lulus di wisuda ke-9 ini sukses di pekerjaannya, sukses di keluarganya, dan sukses di lingkungan sosial untuk membangun masyarakat yang lebih baik.”

(Dr. Aris Kristianto, S.Ag., M.HI. – Ketua STID Al-Hadid)

 

Demikian hasil reportase pelaksanaan wisuda sarjana ke-9 STID Al-Hadid – Yayasan Al-Kahfi yang berlangsung pada 16 September lalu. Sekali lagi kami ucapkan selamat atas kelulusannya kepada para wisudawan dan wisudawati. Dan doa kami, semoga kelak para wisudawan dapat menjadi lulusan yang mampu menunaikan amanah menjadi sarjana-sarjana yang kreatif.

Senat STID Al-Hadid bersama Koord. Kopertais Wilayah IV Surabaya

Pengurus Yayasan Al-Kahfi bersama Koord. Kopertais Wilayah IV Surabaya

Photobooth 3 dimensi yang disediakan spesial untuk wisudawan dan keluarga

Situasi pemotretan wisudawan beserta keluarga

Hasil foto langsung jadi dan bisa dibawa pulang oleh wisudawan

Proses penyerahan ijazah kepada para wisudawan

Pembagian lunch box kepada seluruh tamu undangan

Sesi wawancara dengan tim media Yayasan Al-Kahfi

Senyum sumringah wisudawan selepas diwisuda

Senyum sumringah wisudawan selepas diwisuda

Wisudawan STID Al-Hadid Tahun ke-9

Wisudawan STID Al-Hadid Tahun ke-9